Viral Video Pria Palak Sopir Truk di Kalideres, Kini Polisi Turun Tangan Kejar Pelaku

Video seorang pria melakukan aksi pemalakan kepada sopir truk di kawasan Kalideres, Jakarta Barat, viral di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, terlihat awal video memperlihatkan suasana sebuah ruas jalan. Terdapat beberapa kendaraan yang berlalu lalang, baik truk maupun sepeda motor.

Sorotan kamera kemudian mengarah ke seorang pria berkaus dan bertopi serba hitam. Ia juga mengisap sebatang rokok. "Ini yang malak ini. Malak malakin dia ini," kata si perekam.

Pria bertopi kemudian menghampiri perekam yang ada di dalam kendaraannya. Ia kemudian memukul kaca dan menunjukkan isyarat tak terima jika direkam. "(Direkam) biar tertangkap sekalian," lanjut si perekam.

Hingga Minggu (24/10/2021), video ini sudah ditonton lebih dari 63 ribu kali. Warganet juga membanjirinya dengan berbagai macam komentar. Kapolsek Kalideres, AKP Hasoloan Situmorang, mengatakan sampai saat ini sopir truk belum membuat laporan ke Polsek.

Namun, pihaknya tetap akan melakukan penyelidikan terhadap pelaku. "Sampai saat ini belum ada sopir yang buat laporan." "Namun, yang bersangkutan tetap kami lidik," ujarnya, Sabtu (23/10/2021), dikutip dari .

Hasoloan menambahkan, Kepolisian Kalideres juga akan meningkatkan patroli untuk mencegah aksi premanisme serupa kembali berulang. "Tetap kita laksanakan patroli baik terbuka maupun tertutup." "Pelibatan potensi masyarakat untuk sama sama menjaga kondusifitas keamanan di wilayah Kalideres," pungkasnya.

Kanit Reskrim Polsek Kalideres, AKP Pradita Yulandi, menambahkan penyidik sudah meminta keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian. "Ada beberapa orang sudah kami mintai keterangan," jelasnya, Minggu (24/10/2021), dikutip dari . Pradita belum bisa berkata lebih jauh motif pelaku melakukan pemalakan karena belum ditangkap.

Ia meminta kepada awak media agar bersabar sampai pelakunya ditangkap. "Nanti ya, kalau pelakunya sudah ditangkap kami beberkan," tuturnya.

Author Image
admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.